Kamis, 05 Maret 2009
Poligami
Dan pernah aku baca bahwa di dalam hukum perkawinan Islam membolehkan poligami ini, dengan syarat tentunya dijalankan dengan benar dan bertanggung jawab sesuai dengan kaidah yang tertera di dalam Al Qur'an.
Nah, masalahnya bukan sekedar dari arti dan boleh membolehkan poligami aja. Ini ungkapan hati Liana mengenai poligami.
Liana dibesarkan dalam keluarga besar yang merupakan anak bungsu dari 6 kakak perempuan dan laki-laki. Bapak dan Ibunya juga pekerja keras dan sangat menyayangi anak-anak dan keluarga lainnya. Di rumah mereka selalu saja ada keponakan-keponakan ayah yang tinggal dan sekolah bersama keluarga Liana. Kehidupan sehari-hari mereka dibiasakan untuk slalu berbagi antara satu dengan yang lainnya.
Oiya, bukannya poligami juga berarti mesti dapat berbagi dari keluarga yang satu dengan yang lainnya??
Bukannya tak pernah Li di taksir dan di ajak menikah oleh pria, sewaktu kuliah oleh bang Irawan, Haryanto, sampai sepupunya Iqbal. Namun dengan alasan tidak ada cinta dan masih ingin kuliah dan mengejar karir, akhirnya satu persatu mereka mundur dan menghilang.
Liana sekarang telah dewasa dan matang, setelah menyelesaikan kuliah S1, bekerja, dan tinggal jauh dari keluarganya yang hidup di kampung.Tinggallah Li sendiri menikmati hari-harinya..keinginannya telah diraih! Bekerja di sebuah kantor swasta Li melewati hari demi hari, bulan, tahun demi tahun.
Tanpa terasa waktu sangat cepat berlalu, usia Li begitu biasa disapa telah menginjak 33 tahun, namun jodoh yang ditunggu-tungu belum juga menghampiri.
Sebenernya Li cukuplah menarik perhatian laki-laki di sekitarnya, kulit bersih, fisik proporsional, dan cerdas. Disisi lainnya sifatnya sensitif, terkadang terasa plin plan, dan suka ngambek.
Ayah dan ibu sudah pergi meninggalkannya. Barulah Li merasakan kesepian dan sesuatu yg kurang dalam dirinya. Li membutuhkan seseorang pria di sisinya agar dapat berbagi suka dan duka mengisi hari-harinya.
Telah beberapa kali Li menjalin perkenalan dan hubungan dengan pria, namun semuanya tidak berjalan sesuai dengan pengharapan.
Ayah-ibu, maafkan Li belum dapat memenuhi harapan kalian untuk beroleh menantu sampai akhirnya menutup mata selama-lamanya.
Teman-teman Li telah beroleh 2-3 orang anak, dan Li selalu dihujani pertanyaan yang serupa dari waktu ke waktu "kapan lagi nih undangannya,??", "udah pantes nih gendong anak", "buruan nanti keburu tua ga ada yang mau", jangan sampe ponakan-ponakanmu ngeduluanin loh!". Duuuh, Tuhan! apa yang harus aku lakukan ? "batin Li" air mata jatuh dari pelupuk mata.
Tiba suatu saat, seorang pria beristri "Yaris" menawarkan kasih nya dengan ikatan pernikahan.!! Dia ikhlas menerima segala kekurangan dan kelemahan Li. Bagai bunga kering yang disiram air!!!>...terasa sejuk dan segar kembali, hati dan semangat Li bangkit lagi.
Tiga tahun berlalu, Li memikirkan ini, pasrah menyerahkan segala urusannya hanya kepada Alloh dan terus belajar ilmu "poligami". Li hanya berdoa tak putus-putusnya kepada Alloh agar diberikan jalan dan jodoh yang terbaik untuknya.
Merci Dieu, Tu m'a donne le temps.
Kamis, 16 Oktober 2008
Penantian
"Mas, Maya angkat bicara. "Bulan ini mas inget sesuatu ga? Bulan ini kan pertama kali kita janjian ktemu pertama kali..>!?!?? Sudah 3 tahun kita kenal loh mas." "Ooo..iya ya.. dah 3 tahun ya? sambung mas Gun. Dia memandangi wajah Maya sambil menyalakan rokok di bibirnya.
Memang kebiasaan mas Gun setelah makan, pasti ga lupa menikmati 1 sampai 2 batang rokok tiap harinya. Sebenernya Maya benci sekali dengan asap rokok!! ga suka, dadanya terasa sesak. Namun selalu bila di bilangin mas Gun cuma tersenyum, menghindarkan asap dari kekasihnya Maya, sambil mencium pipinya lembut.
Mas, panggil Maya lagi. "Iya" jawab mas Gun, singkat. Aku pernah menanyakan ini 2 kali sebelumnya ke mas. "mengenai apa?" imbuh mas Gun. Berapa lama lagi kita seperti ini mas?? mestinya mas udah bisa memutuskan arah hubungan ini mo dibawa kemana?? kata Maya tertunduk layu. Tak tertahan diam-diam air mata Maya jatuh ke pipinya yang bersih.
Maya memang sangat berharap, suatu hari nanti mas Gun akan melamarnya. Sampai-sampai perbedaan keyakinan antara mereka tidak menjadi hal yang sangat penting. Begitu pula dengan usia mereka yang sangat jauh sekali jaraknya, hampir 15 tahun!!
Setelah menghabiskan setengah batang rokoknya, dia meletakkannya di asbak dan mendekati Maya. "Sayangku, 4 tahun sudah aku pisah dengan "dia", bila 2 tahun ini dia tak kembali, Negara baru bisa resmi menetapkan kami berpisah". "Aku belum bisa memutuskannya sekarang, aku masih trauma menjalin hubungan lagi dengan yang lain, persoalanku belum selesai", katanya lagi. Jadi......., selama ini mas menganggapku apa?, tanya Maya lirih. Dia terdiam, dan akhirnya menjawab "seperti adik-kakak".
Tak terbendung, air mata Maya mengalir deras, pipinya terasa panas dan memerah menahan malu dan sedih, kerongkongannya tercekat, sakit. Seakan pisau menghunjam dadanya, perih sekali.
Dia mengangkat wajah Maya yang tertunduk, Maya beranjak berdiri dan pergi meninggalkan Gun menuju kamar. Maya merapihkan pakaian ke dalam tas kerjanya, membasuh wajahnya yg penuh dengan air mata, merapikan sedikit riasan dan beranjak turun. Aku mau pulang sekarang, lirih Maya.
Mas Gun sudah menunggu di bawah tangga, menghadang Maya. "mau kemana"?? katanya. Maya diam, terus berusaha keluar darinya. Lengan Maya yang putih di cengkramnya dengan kuat, jangan pergi, "kamu ga boleh kemana-mana..." Maafkan aku, katanya. Mas Gun memeluk erat sekali tubuh Maya yang bergetar menahan haru. Tangis Maya pun meledak tak dapat menahan sedih, Gunawan pun menangis sambil terus meminta maaf menyesali perkataannya tadi.
Ini sudah ke tiga kali aku menanyakan mas, mengenai hubungan kita, Maya angkat bicara. Aku ga akan pernah menayakannya lagi, aku kecewa, ternyata mas tidak punya perasaan dan niat yang sama denganku.
Jadi, biarkan aku pergi... Mas sudah mengatakannya tadi hubungan kita seperti apa. Aku ga akan pernah mengharapkan mas lagi, semua sudah jelas. Maya menyeka air mata..
Sudah larut, biarkan malam ini kamu tinggal disini Maya..., pintanya. Sampai menjelang azan subuh Maya tak dapat tidur, matanya lelah dan merah. Gunawan masih terjaga lelap disamping Maya.
Di dalam kelelahannya, sesungguhnya ada rasa lega di dalam rongga hati Maya. "Aku sudah dapat memantapkan langkah dan hatiku untuk menemukan cintaku yang sejati" batin Maya.
Selamat tinggal mas Gun
Jumat, 12 September 2008
Romadhon
InsyaAlloh bulan ini adalah bulan yang Barokah dan penuh dengan Maghfiroh..
amiin ya Alloh...
Rabu, 16 Juli 2008
Lorong waktu
Sepertinya baru saja masuk Tahun 2008, eh...tiba-tiba beberapa bulan lagi sudah mendekati akhir tahun. Duuuh..cepat sekali waktu berlalu...aku berpacu dengan waktu, usiaku semakin hari berkurang, kepalaku mulai ditumbuhi uban, kulitku semakin kering, dunia semakin tua.... Ooooohh..bagaimana ini!!???? (hehe...mulai deeeeh..kayaknya hiperbola neeh!!!).
Masih terbayang, ibu dan ayah menimang-nimangku, menghiburku dengan nyanyian yang merdu, menjaga, merawat dengan kasih-sayang saat aku memerlukan, mengajariku banyak hal. Masuk Sekolah Dasar, SMP, SMA, hingga ke Perguruan Tinggi terlewati tanpa terasa.., hasilnya??? ijazah demi ijazah dikumpulkan.. Sudah berapa bayak biaya yang dikeluarkan orangtuaku..??, tak terhingga.. Terimakasih my dearest papa-mama.
Waktu seakan berlari, setelah menyelesaikan kuliah, aku bekerja disini di Jakarta, jauh dari keluarga. Waaah..ternyata sudah 8 tahun aku melewati hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun...uffff..!!
rasa bahagia, kesedihan, kesakitan, keterpurukan, haru, airmata terus mewarnai mengiringi jalan hidupku.
Bahagia di kala pengharapan terwujud, orang yang dicintai berada di dekatku, menghibur hati yang gundah, mendapat kekuatan kembali untuk mengumpulkan serpihan2 semangat hidup.
Oiya, aku ingat!.., kebiasaan adat Batak, bila ada keluarga yg baru sembuh dari sakit, tertimpa musibah, maka org tua membuatkan acara khusus "upa-upa" yaitu memberi makan dan memanjatkan doa kepada Allah swt untuk mengembalikan semangat hidup si anak yang sempat terbang dari tubuhnya agar kembali lagi ke dalam raga dan lebih kuat menghadapi tantangan di kehidupan di masa datang.
Kesedihan dan keterpurukan juga pernah menghinggapiku (eh..kayaknya sering juga sih), di mulai dengan kembalinya papa ke sang Pencipta 3 tahun sebelum aku menyelesaikan study. Trus, saat gagalnya sebuah hubungan kasih, sempet jobless juga ga punya uang cukup buat beli makan yang teratur, merasa dizhalimi oleh atasan di kantor, sakit parah beberapa minggu, dan banyak lagi. Tapi, syuuuuutt...jangan kasitau ke siapa-siapa yaa... itu cerita dulu yang cukup di simpan dan dikenang aja, aku dah simpen rapih di bilik hati.
Segala yang terjadi dalam hidupku ini adalah misteri Illahi. Aku yakin Allah memberikan yang terbaik sebagai tempaan agar aku lebih kuat dan menjadikan itu semua pengalaman hidup yang penuh warna dan bermakna.
Salam kasihku,
Selasa, 01 Juli 2008
Persepsi
Namun setelah beberapa kali ngobrol, kebanyakan dari mereka ngaku sendiri, eh..ternyata mbak ini ga seperti dugaanku lho, kamu ini asik juga, aku ga nyangka bisa kenal dekat dengan mbak...bla..bla. Hehehe...(ge-er)
Yang istimewa lagi, mereka selalu bisa jujur dan apa adanya denganku. Baik dari cerita yang tak cukup pantas untuk diceritain ke orang lain, sampai ke masalah yang cukup pelik yang aku sendiri ga pernah ngebayangin.
Bukan berarti aku ga pernah curhat ato cerita ke temans...aku trauma!!!!!!! Pernah suatu kali aku curhat ke teman bahkan sodara looh..eh ga taunya kok semua sodara jadi tau juga..>!!!!??? Aku kan jadi bingung..dan aku ga ingin kalo curhatannya aku diketahui orang lain.. Dan coba deh bayangin...yang lebih parahnya pernah aku cerita ke si D sesuatu hal yang bentuknya sharing pengalaman pribadi si A.. eh, ga taunya si D cerita lagi ke si B, C, E malah beda!!!!!!.. Persepsinya berlainan...Uffff!!! payah..., pusing!! gawat kan...bisa-bisa aku dituduh biang gosip dan terjadi perpecahan antar sodara!!! Jangan sampe deeeeh!! amit-amit...
Makanya sejak beberapa kejadian yang tak menyenangkan itu aku berubah 180%!!!!!!!!, ga gampang percaya terhadap orang lain, bahkan sodara sekalipun..untuk bercerita. Ternyata sampai saat ini menemukan seseorang yang dipercaya untuk menyimpannya dengan baik itu sulit juga ya...
Sejujurnya hidupku sendiri sudah cukup complicated, dan aku slalu berusaha untuk survive dengan kehidupan yang semakin keras dan penuh persaingan. Sejak pengalaman itu..biasanya masalah pribadi kusimpan sendiri, hanya pada Allah dan 1, 2 sahabat saja aku bercerita dan diskusikan masalah masalahku. Dan kuputuskan setiap masalah yang aku alami selalu kukembalikan dengan minta petunjuk dari Allah. Ada terselip perasaan beban yang lebih ringan, lega, Alhamdulillah...
Terimakasih ya Allah.. Aku mohon kepada Engkau agar aku selalu diberikan petunjuk yang benar dan kekuatan dalam menjalankan hidup... Telah banyak episode episode kehidupan yang penuh warna; putih, abu-abu, hitam, biru,...hingga insyaAllah semua ini dapat mendewasakan akal fikiran, meluruskan langkah, memantapkan pijak. Terimakasih ya Allah... Aku yakin kok bahwa Allah memberikan yang terbaik untukku.
Jumat, 06 Juni 2008
Born
Termenung..mengingat-ingat kembali ..Entah bagaimana rupaku ketika lahir... Tapi yang jelas, ketika melihat photo masa batitaku yang masih tersimpan rapih di laci album photo keluarga, aku memiliki rambut sedikit ikal dan mata yang coklat bundar, hidung aga pesek, kulit bersih, dan tubuh yang montok!!
Banyak yang bilang, aku dominan mirip Bapak, termasuk sifatnya yang sedikit keras loooh!!..Gawat...
Apa mau dikata..., aku harus menerimanya... sampai saat ini aku selalu menyeimbangkannya dengan belajar terus agar sifat itu dapat digunakan kepada hal-hal yang baik...
Dan, maaf yaaa.. buat temans yang tidak suka dan pernah tersakiti karena sifatku itu...aku cuma manusia biasa yang tak luput dari salah...
Tapi dibalik sifat keras itu, aku seorang yang penyayang juga loooh...
love u,
lr
Kamis, 05 Juni 2008
Light in the dark
Kenapa spesial?
It's coz of..
a. silaturahmi desy dan aku
b. Alhamdulillah Allah masih memberikan kesehatan dan kesempatan menikmati nasi padang + rendang kesukaanku
c. kesempatan mengembangkan diri dan usaha bersamanya
Dan yang paling penting adalah dengan untaian kata-kata yang keluar dari mulut kami dalam pertemuan itu as a small light in dark yang meyala di relung hatiku yang paliiiiiing dalam.. Ternyata aku sadari selama ini aku begitu egois, sombong, menempatkan cinta at the wrong place, aku lupa Engkau yang menciptakanku.
"Tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembahKu."
Dear God, bimbinglah aku untuk selalu mencintaiMu semampuku, agar aku tersenyum dan terlena dengan kenikmatan Cinta sejatiMu.
Love You