Langsung ke konten utama

Hadiah Terbaik dari Allah swt



Kalender Islam dengan gambar Ka'bah aku gantung di dinding kamar. Walau kalender itu merupakan kalender tahun lalu. Entah kenapa keinginanku berkunjung ke rumah Allah begitu kuat.

Tiap doaku, aku memohon kepada Allah swt agar aku berikan kesempatan kesana, diberikan rezki yang berkah, kesehatan jasmani dan rohani selain mendoakan ibu-bapakku.

Oiya, aku ingat sekali waktu itu bulan Agustus 2011, aku mulai mencari info biaya keberangkatan Haji dan Umroh melalui internet.
Dari internet aku mendapatkan beberapa penyelenggara perjalanan Haji dan Umroh, biayanya ternyata tidak sedikit loh! Karena aku ingin secepatnya untuk berangkat, akhirnya aku memilih ibadah Umroh saja yang aku persiapkan sesegeara mungkin sampai tabunganku mencukupi.

Aku juga sengaja mendatangi mesjid besar yang tak begitu jauh dari tempat tinggalku di daerah Menteng, namun gagal karena tahun ini mereka tidak mengadakannya dengan alasan pesertanya sedikit dan akan lagi diadakan tahun depan.

Sementara itu, akupun menyisihkan tabunganku di sebuah bank Syariah setiap bulannya seacara teratur dan disiplin. Memindahkan tabunganku yang sebelumnya di bank konvensional ke bank Syariah. Berharap tabunganku lebih terjaga dari riba.

Bulan berganti bulan, tahun berganti! Tak terasa bulan Maret 2012. Namun tabunganku masih tersimpan separohnya..:(
Dan semakin aku meminta berulangkali kepada sang Maha Pengasih sambil terus berharap diberikan kesempatan berangkat ke Tanah Suci. Tapi aku yakiiin sekali saat itu, Allah swt pasti memberikan jalan.

Setiap ada uang yang masuk dari gaji maupun keuntungan hasil dagangan, aku langsung menabung dengan niat 'untuk tabungan Umroh'.

Hingga di bulan Mei, alhamdulillah tabunganku telah terkumpul. Dan waktu yang bersamaan, beberapa teman membantu membelikan buku panduan Umroh, dan referensi info penyelenggara Umroh.

Akupun tak sabar memberi kabar kakakku yang berada di luar kota mengenai niatku ini. Mereka mendukung, alhamdulillah.

Aku mulai menghubungi biro perjalan Umrah yang aku pilih tersebut mendaftarkan diri. Segera aku mendatangi kantor penyelenggara umrah ini yang tak begitu jauh dari tempat tinggalku dengan menaiki trans jakarta.  Siang yang terik tak menghalangi niatku yang begitu kuat mendatangi rumahMu ya Allah.

Sesampainya di daerah Duren Tiga aku turun dan memasuki gedung berwarna abu-abu. Aku naik ke lantai 2 sesuai petunjuk di web site dan arahan petugas travel yang aku hubungi pagi tadi. Keringatku mengucur deras, namun aku terus semakin semangat mendaftar.

Setelah aku tiba di kantor tersebut, aku disapa oleh petugas dengan ramah. Ada beberapa tamu yang datang, mungkin mereka ingin mendaftar juga pikirku. Mba Ety yang melayanikupun mencari info jadwal keberangkatan umrah dalam waktu dekat. Aku memutuskan jadwal yang lebih cepat, ditentukan aku ambil untuk bulan Juni tanggal 20. Pembayaranpun kulakukan separohnya tanda booking, alhamdulillah.
Sebenarnya aku ingin sekali dapat umrah pada bulan Mei tepat pada hari lahirku, namun tiket perjalanan telah penuh terjual. Aku ikhlas sambil terus memohon kepada Allah diberikan kemudahan dan lancar semua urusan.

Akupun kembali ke kantor dengan perasaan lega sambil memeluk brosur dan kuitansi bukti pembayaran di dadaku. Subhanallah, seakan masih tak percaya aku telah mendaftar memperoleh tiket masuk ke rumahMu ya Allah. Haru dan bahagia yang ada dalam diriku.

Pada hari Sabtu diliburku, aku ditemani Yeni membeli perlengkapan umrah di toko tanah abang langgananya. Beberapa perlengkapan seperti kaus kaki, baju dalam, celana panjang, dan kerudung telah aku pilih dan segera membayarnya. Aku pamitan dan berterimakasih ke Yeni. Dia memelukku dan mengucapkan selamat untuk rencanaku ini sambil memberikan nasehat yang penting karena dia sebelumnya telah berangkat umrah.

Kriiiiiing..., telponku berdering. Aku mengangkatnya, mba Ety ternyata. Beliau memberitahukan bahwa jadwalku dimajukan menjadi tanggal 9! Deg...degup jantungku semakin kencang, dan bismillah aku menyetujuinya. Berarti persiapanku semakin di buru. Form cuti, izin atasan kantor, prepare merapihkan tugas, serta urusan dokumen keberangkatan harus segera aku selesaikan.

1 minggu sebelum keberangkatan kami diundang manasik umrah di duren tiga. Kami diberikan pelajaran teori dan praktek dengan slide show di tanah suci. Akupun dapat berkenalan dengan sebagian teman-teman yang sama tanggal keberangkatannya.

Tibalah waktunya, hari Sabtu pagi aku diantar sepupu dan tanteku ke bandara soekarno-Hatta. Sesampainya di terminal 1, kami masuk ke restoran tempat berkumpul jemaah umrah. Dan kamipun sarapan sambil menunggu semuanya berkumpul dan diberikan pengarahan sambil photo bersama.

Jam 7 tepat, kami diminta agar segera chek in masuk ke gate yang ditentukan. Tak kuasa aku menahan tangis, kupeluk satu persatu keluargaku dan meminta didoakan kemudahan dan kelancaran selama ibadah.

Berikutnya jam 9 kami sudah masuk ke pesawat dan berangkat menuju Madinah Al Munawarah dengan penerbangan Lion Air.

Umrah hadiah terbaikku saat ini dari Allah swt.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

My First Recipe!

Sore dengan angin sepoi-sepoi itu, di ruang televisi, aku asik membolak-balik tabloid wanita yg terletak di atas meja ruang keluarga. Dari rubrik Peristiwa, Kabar-kabari, sampai Masakan aku lalap habis. Tabloid itu selalu aku tunggu2 terbit rutin tiap hr Kamis pagi, kepunyaan kakakku, kak Nala. Sedari kecil aku memang gemar sekali membaca majalah, harian, komik kepunyaan ke enam kakak2ku. Tak heran, dari harian daerah langganan ayah, tabloid/majalah wanita kesukaan kakak dan ibu, sampai majalah musik dan olah raga aku baca semuanya. Pada saat itu, aku tertarik melihat dan mempelajari resep masakan yang tersaji. Mulailah aku memilih-milih dan menimbang-nimbang tingkat kesulitan cara pembuatannya. Akhirnya pilihanku jatuh ke resep kue coklat atau resep Brownies yg sedang naik daun. Dan, aku tersenyum puas... Tibalah hari Sabtu yang dinanti, bertepatan hari ini libur, aku pergi ke pasar yg tak jauh dari tempat tinggalku untuk membeli bahan-bahan Brownies; tepung cokla...
Mengintip Masa Lalu Seperti biasa, aku selalu sampai di kantor lebih awal dibanding teman lainnya. Jam 07.30 wib aku sudah mulai ritual buka laptop, cek e-mail masuk, melihat catatan to do list di agenda yang aku tulis setiap malam sebelumnya untuk dikerjakan keesokan harinya. Kenapa harus susah-susah mencatat? Ya, karena pertama,  aku sangat membutuhkan catatan itu agar setiap waktunya diisi dengan pekerjaan yang berguna dan sesuai dengan tujuan yang dicapai. Sedangkan alasan kedua, agar pekerjaan tidak menumpuk karena kelupaan.. hehehe. Sebelum memulai kegiatan di kantor, aku selalu memulai dengan doa agar apa yang aku kerjakan hari ini diberi kemudahan dan kelancaran oleh Allah swt. E-mail yang masuk aku prioritas baca dari pelanggan-pelangganku, permintaan perbaharui data, info keanggotaan, pertanyaan langganan, permintaan pencarian data, dan lainnya. Rasanya sangat senang bekerja pagi lebih awal saat rekan-rekan lainnya belum hadir di kantor, lebih menghayati, f...

Artikel 2

Hijaber? Antara Modernitas dan Syari'at Pelangi » Muslimah | Kamis, 12 September 2013 22:00 Penulis : Wahyudi Melihat tren berpakaian muslimah, dalam hal ini komunitas hijab, membuat saya berdialektika di alam pikiran saya. Apakah muslimah harus modis? Apalagi anggota dari komunitas ini bisa dikatakan diisi oleh orang-orang yang secara finansial berlebih. Nah, sebenarnya kembali lagi ke prinsip dasar dari hijab. Tujuan utama hijab adalah menutup aurat dan tidak menonjolkan bentuk tubuh dari wanita agar terhindar dari segala kejahatan, terutama syahwat. Dengan didukung oleh ayat-ayat Al-Qur'an (QS. Al-Ahzaab : 56 dan 59), sangat jelas tentang manfaat dari menutup aurat bagi wanita. Seiring berjalannya waktu dengan dinamika tren mode yang berjalan, agaknya sedikit terjadi perubahan pada mode/cara berjilbab yang "konvensional" menuju tren yang "modis" seperti kebanyakaan anggotan komunitas hijaber. Atas tuntutan zaman pula, mode tren berjilbab ca...