Percaya
Diri
Sahabat.
Perkenalkan,
namaku Istiqomah. Teman-teman memanggilku Titi. Saat ini aku berada
di kelas V salah satu Sekolah Dasar Negeri di Jakarta.
Di
sekolah, aku gemar sekali membaca buku dan membuat karangan. Terutama
membaca buku dongeng anak, cerita Nabi dan Rosul, dan lainnya. Karena
itu, aku sangat gembira, sejak empat bulan terakhir, Ibu memberikan
kesempatan kepadaku untuk berlangganan Majalah Anak Muslim yang
terbit 1 bulan sekali.
Sebenarnya
sejak tahun lalu, aku telah memiliki buku yang berisi beberapa
tulisan mengenai kegiatanku sehari-hari atau situasi yang sedang
kualami saat itu.
Pernah
terlintas dalam pikiran ingin mengirim tulisan ke majalah anak untuk
di terbitkan. Namun keinginan tersebut hilang begitu saja karena
merasa tak percaya diri.
Nah
ketika aku tau bahwa kakakku juga senang menulis membuat karangan dan
ditampilkan di majalah dinding sekolah, aku pun diam-diam
memberanikan diri mengikuti langkah kak Fajar membuat satu tulisan.
Gelap
mulai menyelimuti Sabtu malam. Setelah usai makan malam dan sholat
Isya, aku beranjak ke meja belajar kamarku. Akupun mengambil buku dan
pena. Ideku sudah tersimpan dikepala, mulai jari-jariku menari ke
sana ke mari menuangkan isi pikiran dan imajinasi .
Tak
lama kemudian, tulisanku rampung. Besok tulisanku yang bertema
pengalaman mengisi waktu luang akan aku serahkan ke kak Fajar untuk
di edit tanda bacanya. Setelah kak Fajar mengkoreksinya, segera aku
mengirimkan tulisan ke Majalah Anak tersebut melalui e-mail. Done!
Alhamdulillah.
Bulan
berikutnya, aku tak sabar menanti Bang Kamal pengantar majalah
langanan kami mengirim Majalah bulananku. Aku mencari-cari rubrik
Cerpen, halaman per halaman kubuka. Tidak kutemukan tulisanku.
Hmm..ternyata tidak dimuat, lirihku.
Bulan
selanjutnya, semangatku masih membara. Majalah tergeletak di meja
ruang tamu. Langsung ku sambar secepat kilat. Lembar demi lembar ku
buka harap-harap cemas. Namun lagi-lagi tulisanku tak kunjung di
muat.
Apakah
tulisanku tidak masuk kualifikasi? Kira-kira kekuranganku apa ya? aku
membatin, pasrah.
Bulan
September ini, aku melirik Majalahku di meja belajar kamar. Tapi tak
kuacuhkan. Tak berharap lagi.
Sebelum
waktu Ashar tiba, akupun menyempatkan diri duduk di meja belajar
melanjutkan buku dongengku. Namun hatiku tertuju kepada majalah.
Perlahan-lahan kubuka lembar demi lembar, kunikmati Majalah
kesayanganku itu dengan sepenuh hati.
Ketika
lembar berikutnya, deg! jantungku berdebar lebih kencang!! mataku
tertuju pada judul diatasnya "Liburanku". Horeeee!! aku
berteriak kencang dalam hati..surprise!!
Aku
tersenyum senang sekali, itu memang tulisanku. Alhamdulillah akhirnya
dimuat juga.
Betapa
senang aku hari ini, sehingga bulan ini tak pernah kulupakan karena
tulisanku berhasil di muat di majalah kesayanganku.
Tetap
semangat ya, Titi!
lisya1105@gmail.com
Komentar