Langsung ke konten utama

Memudahkan Bertemu Jodoh

By: M. Agus Syafii

Cara mudah untuk bertemu jodoh adalah menghilangkan target dibenak anda. Sebaiknya anda tidak tergesa-gesa seperti sopir angkot yang sedang kejar setoran sehingga mesti kebut-kebutan. Sejarah sudah membuktikan segala sesuatu yang dipaksakan hasilnya tidak optimal, termasuk urusan jodoh. Jodoh kita sudah ditakdirkan oleh Allah, ia tidak kemana-mana dan akan datang tiba waktunya namun bila memaksakan diri dengan target akan menjadi beban yang mempersulit diri sendiri untuk bertemu dengan jodoh kita. Sahabatku, Jangan putus asa, tetaplah berikhitiar menjemput jodoh anda & memohon kpd Allah agar diberikan jodoh yg terbaik.

Memperbaiki diri dengan meningkatkan kualitas sholat, puasa dan shodaqoh merupakan upaya lahir dan batin meletakkan diri pada titik terendah berserah diri hanya kepada Allah, memohon apa yang terbaik dari sisiNya sehingga diberikan kemudahan untuk kita bertemu dengan jodoh. Jangan berkecil hati, tetaplah semangat dan optimis bahwa Allah menyegerakan jodoh untuk anda.

Wassalam,

Komentar

Postingan populer dari blog ini

My First Recipe!

Sore dengan angin sepoi-sepoi itu, di ruang televisi, aku asik membolak-balik tabloid wanita yg terletak di atas meja ruang keluarga. Dari rubrik Peristiwa, Kabar-kabari, sampai Masakan aku lalap habis. Tabloid itu selalu aku tunggu2 terbit rutin tiap hr Kamis pagi, kepunyaan kakakku, kak Nala. Sedari kecil aku memang gemar sekali membaca majalah, harian, komik kepunyaan ke enam kakak2ku. Tak heran, dari harian daerah langganan ayah, tabloid/majalah wanita kesukaan kakak dan ibu, sampai majalah musik dan olah raga aku baca semuanya. Pada saat itu, aku tertarik melihat dan mempelajari resep masakan yang tersaji. Mulailah aku memilih-milih dan menimbang-nimbang tingkat kesulitan cara pembuatannya. Akhirnya pilihanku jatuh ke resep kue coklat atau resep Brownies yg sedang naik daun. Dan, aku tersenyum puas... Tibalah hari Sabtu yang dinanti, bertepatan hari ini libur, aku pergi ke pasar yg tak jauh dari tempat tinggalku untuk membeli bahan-bahan Brownies; tepung cokla...
Mengintip Masa Lalu Seperti biasa, aku selalu sampai di kantor lebih awal dibanding teman lainnya. Jam 07.30 wib aku sudah mulai ritual buka laptop, cek e-mail masuk, melihat catatan to do list di agenda yang aku tulis setiap malam sebelumnya untuk dikerjakan keesokan harinya. Kenapa harus susah-susah mencatat? Ya, karena pertama,  aku sangat membutuhkan catatan itu agar setiap waktunya diisi dengan pekerjaan yang berguna dan sesuai dengan tujuan yang dicapai. Sedangkan alasan kedua, agar pekerjaan tidak menumpuk karena kelupaan.. hehehe. Sebelum memulai kegiatan di kantor, aku selalu memulai dengan doa agar apa yang aku kerjakan hari ini diberi kemudahan dan kelancaran oleh Allah swt. E-mail yang masuk aku prioritas baca dari pelanggan-pelangganku, permintaan perbaharui data, info keanggotaan, pertanyaan langganan, permintaan pencarian data, dan lainnya. Rasanya sangat senang bekerja pagi lebih awal saat rekan-rekan lainnya belum hadir di kantor, lebih menghayati, f...

Artikel 2

Hijaber? Antara Modernitas dan Syari'at Pelangi » Muslimah | Kamis, 12 September 2013 22:00 Penulis : Wahyudi Melihat tren berpakaian muslimah, dalam hal ini komunitas hijab, membuat saya berdialektika di alam pikiran saya. Apakah muslimah harus modis? Apalagi anggota dari komunitas ini bisa dikatakan diisi oleh orang-orang yang secara finansial berlebih. Nah, sebenarnya kembali lagi ke prinsip dasar dari hijab. Tujuan utama hijab adalah menutup aurat dan tidak menonjolkan bentuk tubuh dari wanita agar terhindar dari segala kejahatan, terutama syahwat. Dengan didukung oleh ayat-ayat Al-Qur'an (QS. Al-Ahzaab : 56 dan 59), sangat jelas tentang manfaat dari menutup aurat bagi wanita. Seiring berjalannya waktu dengan dinamika tren mode yang berjalan, agaknya sedikit terjadi perubahan pada mode/cara berjilbab yang "konvensional" menuju tren yang "modis" seperti kebanyakaan anggotan komunitas hijaber. Atas tuntutan zaman pula, mode tren berjilbab ca...