Langsung ke konten utama

My First Recipe!

Sore dengan angin sepoi-sepoi itu, di ruang televisi, aku asik membolak-balik tabloid wanita yg terletak di atas meja ruang keluarga. Dari rubrik Peristiwa, Kabar-kabari, sampai Masakan aku lalap habis. Tabloid itu selalu aku tunggu2 terbit rutin tiap hr Kamis pagi, kepunyaan kakakku, kak Nala.


Sedari kecil aku memang gemar sekali membaca majalah, harian, komik kepunyaan ke enam kakak2ku. Tak heran, dari harian daerah langganan ayah, tabloid/majalah wanita kesukaan kakak dan ibu, sampai majalah musik dan olah raga aku baca semuanya.


Pada saat itu, aku tertarik melihat dan mempelajari resep masakan yang tersaji. Mulailah aku memilih-milih dan menimbang-nimbang tingkat kesulitan cara pembuatannya. Akhirnya pilihanku jatuh ke resep kue coklat atau resep Brownies yg sedang naik daun. Dan, aku tersenyum puas...


Tibalah hari Sabtu yang dinanti, bertepatan hari ini libur, aku pergi ke pasar yg tak jauh dari tempat tinggalku untuk membeli bahan-bahan Brownies; tepung coklat, coklat batang, gula, mentega, telur sudah lengkap!

Dengan semangat '45, aku menyusuri jalan menuju rumah dengan berjalan kaki. Walau keringat menetes di wajah dan tubuhku, aku tak perduli. Yang penting sore ini kue dapat berhasil aku buat dan segera dapat disantap.


Sesampai di rumah, azan dhuhur berkumandang. Segera aku berganti pakaian, wudhu dan sholat.


Sendiri di dapur, dan mulai mempersiapkan alat-alat membuat kue; oven, mixer, dan loyang. Selanjutnya, bahan-bahan yg aku beli aku kumpulkan di atas meja makan.


Setelah lengkap semuanya, mulai satu persatu bahan aku campur dengan hati-hati dan teliti, dengan tak lupa catatan panduan dari tabloid ada di sampingku. Hmmm...tidak begitu sulit ternyata..batinku.. heheh


Nah, sekarang adonan sudah dapat aku tuang ke dalam loyang yg telah aku siapkan dengan terlebih dahulu melapisinya rata dengan mentega.

Oven yang sudah dipanaskan, sudah menunggu loyangku!!! heheheh..Here I come! Akupun menutup pintu oven dengan hati-hati..


Sambil menunggu waktu memanggang kue, segera aku membersihkan dan merapikan meja.. Bahan yang tersisa aku simpan ke dalam dus di lemari dengan berharap akan mecobanya lg nanti. Alhamdulillah..tempat sudah rapi kembali. Aku pindah ke ruang tengah menonton acara tv.


Tiba-tiba di ruangan ini aroma coklat tercium semerbak! Deg.. hatiku harap-harap cemas..aku melirik jam dinding..15 menit sudah..


Aku bergegas ke dapur dan mengintip kaca oven..woooow!! mengembang dan tinggi!!! aku tersenyum..

Tik..tik..tik..20 menit berlalu.., ku ambil lidi tipis dan membuka pintu oven kepunyaan Ibu. Ku tusuk kue, dan aku tarik lidi segera, bersih!!>>..


Api kompor aku matikan. Dan mengangkat dan memindahkan loyang ke atas luar loyang. Wangi brownies semakin menjadi-jadi... duuuh...pasti lezaaaat pujiku.

Sementara itu, aku siapkan piring besar untuk menampung brownies..hup! Akhirnya si manis telah berpindah tempat dari loyang!


Tahap berikutnya, aku menyiapkan coklat cair untuk aku lumuri di atas kue dengan rata.. dan aku tabur dengan coklat warna-warni..selesai, sukses! Aku tunggu mengering.


Malampun tiba..

Keluarga telah berkumpul di rumah, dengan bangga aku memotong kue buatanku dan memberikan potongan pertama untuk ayah, selanjurnya untuk ibu.


Hmm..aku terdiam..melirik, menunggu suapan pertama dan komentar yg diberikan nanti oleh ayah-ibu.

Enaaaak! Kata ibu membuka suara..sambil menunggu ke arah ayah..heheh.. “Bisa juga bikin kuenya..”lumayan enak berasa coklat” seloroh ayah.. La emang kue coklat bukan!!??? heheheh


Aku senaaaaaang sekali mendengar pujian ayah-ibu tentang kue buatanku. Terimakasih Ya Alloh.., terimakasih tabloid!!! :D

Tak lupa, kakak-abangku pun ikut mencicipinya dengan lahap.


Ting! Aku langsung membuat rencana selanjutnya untuk resep lain berikutnya....:) coming soon!!!!



by. lisya1105@gmail.com

Jkt, 8 Oktober 2010


Komentar

Unknown mengatakan…
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Unknown mengatakan…
Ooohh bisa buat kue juga ya. brownies lagi ya. Hmm.. tp apa bener enak spt yg dicerita. buktikan dong, kirim2 ke gue.

Postingan populer dari blog ini

Mengintip Masa Lalu Seperti biasa, aku selalu sampai di kantor lebih awal dibanding teman lainnya. Jam 07.30 wib aku sudah mulai ritual buka laptop, cek e-mail masuk, melihat catatan to do list di agenda yang aku tulis setiap malam sebelumnya untuk dikerjakan keesokan harinya. Kenapa harus susah-susah mencatat? Ya, karena pertama,  aku sangat membutuhkan catatan itu agar setiap waktunya diisi dengan pekerjaan yang berguna dan sesuai dengan tujuan yang dicapai. Sedangkan alasan kedua, agar pekerjaan tidak menumpuk karena kelupaan.. hehehe. Sebelum memulai kegiatan di kantor, aku selalu memulai dengan doa agar apa yang aku kerjakan hari ini diberi kemudahan dan kelancaran oleh Allah swt. E-mail yang masuk aku prioritas baca dari pelanggan-pelangganku, permintaan perbaharui data, info keanggotaan, pertanyaan langganan, permintaan pencarian data, dan lainnya. Rasanya sangat senang bekerja pagi lebih awal saat rekan-rekan lainnya belum hadir di kantor, lebih menghayati, f...

Artikel 2

Hijaber? Antara Modernitas dan Syari'at Pelangi » Muslimah | Kamis, 12 September 2013 22:00 Penulis : Wahyudi Melihat tren berpakaian muslimah, dalam hal ini komunitas hijab, membuat saya berdialektika di alam pikiran saya. Apakah muslimah harus modis? Apalagi anggota dari komunitas ini bisa dikatakan diisi oleh orang-orang yang secara finansial berlebih. Nah, sebenarnya kembali lagi ke prinsip dasar dari hijab. Tujuan utama hijab adalah menutup aurat dan tidak menonjolkan bentuk tubuh dari wanita agar terhindar dari segala kejahatan, terutama syahwat. Dengan didukung oleh ayat-ayat Al-Qur'an (QS. Al-Ahzaab : 56 dan 59), sangat jelas tentang manfaat dari menutup aurat bagi wanita. Seiring berjalannya waktu dengan dinamika tren mode yang berjalan, agaknya sedikit terjadi perubahan pada mode/cara berjilbab yang "konvensional" menuju tren yang "modis" seperti kebanyakaan anggotan komunitas hijaber. Atas tuntutan zaman pula, mode tren berjilbab ca...