Langsung ke konten utama

Persepsi

Apa yang terlihat dari diriku? Aku sendiri kurang begitu pasti.Yang kutahu dari orang orang yang setelah mengenalku dengan dekat, pada awalnya berpendapat lain lain, pendiam, bikin sungkan orang yang melihat, cuek ga peduli.. Itu adalah kesan pertama.

Namun setelah beberapa kali ngobrol, kebanyakan dari mereka ngaku sendiri, eh..ternyata mbak ini ga seperti dugaanku lho, kamu ini asik juga, aku ga nyangka bisa kenal dekat dengan mbak...bla..bla. Hehehe...(ge-er)

Yang istimewa lagi, mereka selalu bisa jujur dan apa adanya denganku. Baik dari cerita yang tak cukup pantas untuk diceritain ke orang lain, sampai ke masalah yang cukup pelik yang aku sendiri ga pernah ngebayangin.

Bukan berarti aku ga pernah curhat ato cerita ke temans...aku trauma!!!!!!! Pernah suatu kali aku curhat ke teman bahkan sodara looh..eh ga taunya kok semua sodara jadi tau juga..>!!!!??? Aku kan jadi bingung..dan aku ga ingin kalo curhatannya aku diketahui orang lain.. Dan coba deh bayangin...yang lebih parahnya pernah aku cerita ke si D sesuatu hal yang bentuknya sharing pengalaman pribadi si A.. eh, ga taunya si D cerita lagi ke si B, C, E malah beda!!!!!!.. Persepsinya berlainan...Uffff!!! payah..., pusing!! gawat kan...bisa-bisa aku dituduh biang gosip dan terjadi perpecahan antar sodara!!! Jangan sampe deeeeh!! amit-amit...

Makanya sejak beberapa kejadian yang tak menyenangkan itu aku berubah 180%!!!!!!!!, ga gampang percaya terhadap orang lain, bahkan sodara sekalipun..untuk bercerita. Ternyata sampai saat ini menemukan seseorang yang dipercaya untuk menyimpannya dengan baik itu sulit juga ya...

Sejujurnya hidupku sendiri sudah cukup complicated, dan aku slalu berusaha untuk survive dengan kehidupan yang semakin keras dan penuh persaingan. Sejak pengalaman itu..biasanya masalah pribadi kusimpan sendiri, hanya pada Allah dan 1, 2 sahabat saja aku bercerita dan diskusikan masalah masalahku. Dan kuputuskan setiap masalah yang aku alami selalu kukembalikan dengan minta petunjuk dari Allah. Ada terselip perasaan beban yang lebih ringan, lega, Alhamdulillah...

Terimakasih ya Allah.. Aku mohon kepada Engkau agar aku selalu diberikan petunjuk yang benar dan kekuatan dalam menjalankan hidup... Telah banyak episode episode kehidupan yang penuh warna; putih, abu-abu, hitam, biru,...hingga insyaAllah semua ini dapat mendewasakan akal fikiran, meluruskan langkah, memantapkan pijak. Terimakasih ya Allah... Aku yakin kok bahwa Allah memberikan yang terbaik untukku.

"Allah tidak akan memberikan cobaan diluar kemampuan ummatNya"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Qurban 1429 H

Hari Raya Idul Adha 1429 Hijriah tepat bersamaan dengan hari Senin 8 Desember 2008. Kali pertamaku berQurban. Alahmdulillah, Allah masih memberikan kesempatan kepadaku belajar, terbuka hati dan fikiran menjalankan ibadah qurban. Ya Allah, Engkau pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkan aku dengan orang-orang yang shaleh (Surat Yusuf 12:101).

My First Recipe!

Sore dengan angin sepoi-sepoi itu, di ruang televisi, aku asik membolak-balik tabloid wanita yg terletak di atas meja ruang keluarga. Dari rubrik Peristiwa, Kabar-kabari, sampai Masakan aku lalap habis. Tabloid itu selalu aku tunggu2 terbit rutin tiap hr Kamis pagi, kepunyaan kakakku, kak Nala. Sedari kecil aku memang gemar sekali membaca majalah, harian, komik kepunyaan ke enam kakak2ku. Tak heran, dari harian daerah langganan ayah, tabloid/majalah wanita kesukaan kakak dan ibu, sampai majalah musik dan olah raga aku baca semuanya. Pada saat itu, aku tertarik melihat dan mempelajari resep masakan yang tersaji. Mulailah aku memilih-milih dan menimbang-nimbang tingkat kesulitan cara pembuatannya. Akhirnya pilihanku jatuh ke resep kue coklat atau resep Brownies yg sedang naik daun. Dan, aku tersenyum puas... Tibalah hari Sabtu yang dinanti, bertepatan hari ini libur, aku pergi ke pasar yg tak jauh dari tempat tinggalku untuk membeli bahan-bahan Brownies; tepung cokla...

Percaya Diri

Percaya Diri Sahabat. Perkenalkan, namaku Istiqomah. Teman-teman memanggilku Titi. Saat ini aku berada di kelas V salah satu Sekolah Dasar Negeri di Jakarta. Di sekolah, aku gemar sekali membaca buku dan membuat karangan. Terutama membaca buku dongeng anak, cerita Nabi dan Rosul, dan lainnya. Karena itu, aku sangat gembira, sejak empat bulan terakhir, Ibu memberikan kesempatan kepadaku untuk berlangganan Majalah Anak Muslim yang terbit 1 bulan sekali. Sebenarnya sejak tahun lalu, aku telah memiliki buku yang berisi beberapa tulisan mengenai kegiatanku sehari-hari atau situasi yang sedang kualami saat itu. Pernah terlintas dalam pikiran ingin mengirim tulisan ke majalah anak untuk di terbitkan. Namun keinginan tersebut hilang begitu saja karena merasa tak percaya diri. Nah ketika aku tau bahwa kakakku juga senang menulis membuat karangan dan ditampilkan di majalah dinding sekolah, aku pun diam-diam memberanikan diri mengikuti langkah kak Fajar membu...